Sebelum berinvestasi, siapkan dulu dana daruratmu
Semua orang sibuk memikirkan mau beli apa dan berapa, tapi ada satu hal yang seharusnya didahulukan dan justru sering dilewati: menyisihkan sejumlah dana darurat yang bisa kamu pakai kapan saja. Kalau langkah ini dilewati, sepresisi apa pun hitungan posisimu nanti, semuanya sia-sia.
Ada satu situasi yang bikin ngeri. Saat pasar sedang turun paling dalam, tiba-tiba ada keperluan keluarga yang butuh uang mendesak, uang tunai di tangan tidak cukup, dan kamu terpaksa menjual sebagian aset dari akun yang sudah rugi separuh untuk menutupnya. Artinya, keadaan memaksamu jual rugi sekaligus di posisi terburuk. Kerugian dari penjualan itu sebenarnya bisa sepenuhnya dihindari — kalau dana darurat sudah disisihkan lebih dulu, akunmu bisa dibiarkan diam sambil menunggu pasar pulih perlahan.
Jadi pahami dulu satu hal: dana darurat bukan sekadar persiapan sebelum berinvestasi; dana darurat itu sendiri adalah bagian terpenting dari rencana investasimu.
Kenapa dana darurat harus didahulukan
Intinya satu kalimat: tanpa dana darurat, kamu kehilangan hak untuk tidak menjual.
Salah satu kemampuan paling berharga dalam investasi adalah bisa tetap diam saat pasar jelek — tidak dipaksa jual rugi, dan bisa melewatinya. Tapi kemampuan ini punya syarat tersembunyi: hidupmu tidak bergantung pada uang investasi ini. Begitu kehilangan pekerjaan, sakit, atau ada urusan keluarga, sementara kamu tidak punya uang tunai, satu-satunya yang bisa dicairkan adalah aset kripto di akun. Kebutuhan mendesak seperti ini justru sering datang bersamaan dengan titik terendah pasar (saat kondisi ekonomi sedang buruk, masalah mudah muncul dan harga kripto pun cenderung rendah), sehingga kamu terpaksa menjual di harga terendah.
Inilah kenapa saya menempatkan dana darurat paling depan dari semua langkah investasi. Sekilas ia hanya uang yang menganggur, padahal ia melindungi uang di akunmu yang seharusnya didiamkan jangka panjang, agar tidak terpaksa dicairkan lebih awal karena kejadian tak terduga.
Lihat dari sudut lain: dana darurat dan batas posisi adalah dua sisi dari hal yang sama. Di Berapa harus investasi di kripto saya berulang kali menekankan untuk hanya menginvestasikan uang dingin, dan dana darurat adalah alat ukur yang membantumu memilah uang mana yang benar-benar uang dingin.
Berapa dana darurat yang harus disisihkan
Patokan yang sudah lama dipakai dan memang berguna adalah: 3 sampai 6 bulan pengeluaran hidup pokok. Perhatikan kata pokok — sewa, makan, listrik dan air, cicilan; bukan setiap rupiah yang kamu belanjakan sekarang.
Mau menyisihkan 3 bulan atau 6 bulan, tergantung situasimu:
- Penghasilan stabil, beban ringan (misalnya lajang, ada gaji tetap): 3 bulan bisa diterima.
- Penghasilan tak stabil, atau tanggungan keluarga berat (pekerja lepas, ada cicilan rumah, menanggung orang tua dan anak): condong ke 6 bulan atau lebih. Makin sulit kamu mendapat penghasilan baru dengan cepat, makin tebal bantalan yang dibutuhkan.
Kalau sekarang kamu bahkan tak punya dana darurat satu bulan pun, jawabannya jelas — kumpulkan dulu dana darurat, investasi belakangan. Pada tahap ini paling jauh kamu memakai uang yang sangat kecil (ratusan ribu rupiah) untuk mencoba, tujuannya mengenal naik-turunnya harga dan melatih disiplin, bukan benar-benar berharap untung. Arahkan sebagian besar uangmu ke dana darurat — inilah posisi yang paling perlu dibangun pemula, hanya saja tempatnya bukan di kripto.
Di mana menyimpan dana darurat (jangan dimasukkan ke kripto)
Dalam menyiapkan dana darurat, kesalahan paling sering justru terjadi di langkah terakhir — banyak orang berpikir uang menganggur toh cuma diam, lebih baik ditaruh di kripto supaya bisa untung sedikit, lalu dana daruratnya ikut dibelikan kripto. Ini justru menghapus seluruh fungsinya.
Dana darurat punya dua syarat mutlak, tidak boleh kurang satu pun:
- Bisa diambil kapan saja. Kebutuhan mendesak bisa datang hari itu atau minggu itu juga, tak bisa menunggu.
- Jumlahnya pada dasarnya tidak menyusut. Kamu simpan Rp 50 juta, saat dibutuhkan uang itu harus tetap ada, tidak boleh berubah jadi Rp 20 juta.
Kripto sama sekali tidak memenuhi dua syarat ini: fluktuasinya sangat besar, dan sangat mungkin justru anjlok tepat saat kamu butuh uang mendesak. Menaruh dana darurat di kripto sama dengan bertaruh bahwa saat kamu butuh uang, pasar kebetulan sedang bagus — taruhan ini terlalu mahal.
Sebaiknya ditaruh di mana: tempat seperti tabungan bank biasa atau reksa dana pasar uang sudah cukup — stabil, bisa ditarik kapan saja, dan nyaris tak mungkin rugi modal. Imbal hasil rendah tidak masalah; tugas dana darurat memang bukan mencari untung, melainkan tetap utuh saat kamu paling membutuhkannya. Pisahkan sepenuhnya dari akun investasi, jangan beri dirimu celah untuk memakainya dengan mudah.
Sebagai penutup, satu kalimat saja: sisihkan dulu 3 sampai 6 bulan biaya hidup, baru bicara soal berapa yang diinvestasikan. Langkah ini tidak seksi dan jarang dibahas, tapi tanpanya, satu kebutuhan mendesak bisa berujung pada jual rugi yang sebenarnya tak perlu. Kalau fondasinya kuat, posisi yang dibangun di atasnya baru bisa berdiri kokoh.
Sering ditanyakan
Sebenarnya berapa dana darurat yang harus disisihkan?
Biasanya 3 sampai 6 bulan pengeluaran hidup pokok. Makin tak stabil penghasilanmu dan makin berat tanggungan keluarga, condong ke 6 bulan atau lebih; kalau penghasilan stabil dan beban ringan, 3 bulan pun cukup. Patokannya: uang yang cukup untuk bertahan hidup seandainya penghasilanmu benar-benar berhenti beberapa bulan.
Dana darurat belum cukup, bolehkah investasi sedikit dulu?
Boleh memakai jumlah sangat kecil untuk merasakan naik-turunnya harga dan belajar aturannya dulu, tapi sebagian besar uang tetap sebaiknya dipakai untuk melengkapi dana darurat. Intinya, jangan menginvestasikan uang yang seharusnya untuk keadaan darurat — kalau tidak, begitu ada kebutuhan mendesak, kamu akan terpaksa menjual di posisi terburuk.
Bolehkah dana darurat ditaruh di kripto untuk cari imbal hasil?
Tidak disarankan. Dana darurat harus bisa diambil kapan saja dan jumlahnya tidak menyusut, sementara kripto sangat fluktuatif dan bisa justru anjlok tepat saat kamu butuh uang mendesak. Simpan dana darurat di tempat yang stabil dan cepat dicairkan seperti tabungan biasa atau reksa dana pasar uang, jangan dicampur dengan uang investasi.